Langsung ke konten utama

AKHIR RIWAYAT SI LANCANG

Riwayat Si lancang




kisah dulu pernah hidup seorang janda dan anaknya, Lancang, di Kampar. Sebuah kabupaten di Provinsi Riau. Pergilah Lancang ke negeri orang. Namanya zaman dulu, belum ada alat komunikasi secanggih sekarang, Lancang jarang pulang tanpa kabar pula. Itu berlangsung selama beberapa tahun. Ibu yang sudah lama tak bersua tentu rindu betul dengan anaknya. Namun, dia tak bisa apa-apa, badan rentanya tak memungkinkannya pergi jauh dari kampungnya. Lagipula, dia tak ada uang buat ke mana-mana. Si ibu hanya bisa berdoa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Dia minta Lancang pulang ke Kampar. Doa ibu Lancang diijabah Tuhan. Lancang bersama 7 istrinya pulang ke Kampar karena suatu urusan. Kabar ini terdengar sampai ke telinga ibunya. Buru-buru wanita tua itu ke pantai mencari anaknya. Di pantai, dia melihat sebuah kapal dagang yang amat besar. Dan betul, Lancang ada di atas kapal itu. Ketika sampai di atas, wanita itu langsung memeluk Lancang anaknya. "Lancang anakku, ke mana saja selama ini, ibu kangen kamu, Nak," si ibu segera menangis Tapi, Lancang melepaskan pelukan itu dan mendorong, wanita tua itu hingga terjatuh. "Siapa kau?" Kegaduhan itu membuat beberapa orang di sekitarnya menoleh. Termasuk 7 istri Lancang. Salah seorang dari mereka mendekati Lancang dan bertanya padanya, "Siapa dia, Kakang Lancang?" "Dia wanita gila. Lihat bajunya, compang-camping begitu. Kelasi! Tendang keluar wanita tua itu!" Ditendanglah ibu Lancang keluar dari kapal. Hati seorang ibu tentu terluka diperlakukan demikian oleh putranya sendiri. Dalam kesedihan yang mendalam, ibu Lancang berdoa pada Tuhan untuk menghukum anaknya. Tuhan pun menjawab doanya.Ketika Lancang melepas sauh kapalnya, melanjutkan berlayar kembali, suasana langit sungguh tak enak. Angin bertiup kencang, sementara langit mendadak gelap. Guntur dan kilat sambar-menyambar. Menciptakan bayangan menakutkan. Semua awak Lancang diperintahkan siaga menghadapi bahaya yang terjadi.Sayangnya, Tuhan lebih berkuasa atas hamba-hambanya. Doa ibu yang terluka terlanjur dikabulkan. Kapal Lancang hancur berkeping-keping. Semuanya hancur tak bersisa. Kecuali kain sutra Lancang yang terbang melayang-layang hingga ke Negeri Lipat Kain di Kampar Kiri.Sementara itu, Gong milik Lancang terlempat ke Kampar Kanan menjadi Sungai Ogong. Tembikar berubah menjadi Pasubilah. Tiang kapal terlempar ke danau yang kini dinamai Danau Lancang. Demikianlah dongeng Si Lancang dari Riau. Semoga bisa menjadi pelajaran.Dongeng si Lancang, mengingkatkan kita tentang dongeng Malin Kundang, yang sama-sama memberi nasihat tentang berbakti kepada orang tua.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MODEL CANTIK CANTIk

KUMPULAN MODEL MODEL CANTIK pos gue hari ini bry tentang model cantik cantik gak kalah ama artis artis barat jos kumpulan model cantik canti dan aduhai lintas yang melihat hati tergoda jangat berketip bila memandang ya wew serrr jian....matep coyyyyyyy ni gak kalah jg ama karena kapu apa siapa tu indian punya wessss jebret aowwwee.....sip top mar kotop..... jangan di curi potoya tar yg punya poto gak trima lol .......jangan di salah gunain juga lol tar kepelet si punya poto eh jangan di lirik ya tar loe kecantol ......  taubjuga teryata ni model coy sangat rama semua gak sombong byak seyum dan nereka gak ngeneh ngeneh ...mbok apa tu ngeneh ngeneh jalan aja kaya puti solo .... ...

SAHABAT NIMBUZZ CCJ

SAHABAT NIMBUZZ CCJ  coret coret pasang potoh VANY vidio klik here git ek el fan do del viah cub wie fin ti it ayu in ar vi yun din pai

NAGA DAN DUA RAKSASA SEULAWAH

CERITA RAKYAT NUSANTARA  Pada suatu masa saat pulau Andalas masih terpisah menjadi dua pulau yaitu pulau bagian timur dan pulau bagian barat, kedua pulau ini di pisahkan oleh selat barisan yang sangat sempit. Di selat itu tinggallah seekor naga bernama Sabang. Pada masa itu di kedua belah pulau tersebut berdiri dua buah kerajaan bernama Kerajaan Daru dan Kerajaan Alam.Kerajaan Daru dipimpin oleh Sultan Daru berada di pulau bagian timur dan kerajaan Alam dipimpin oleh Sultan Alam berada di pulau bagian barat. Sultan Alam sangat adil dan bijaksana kepada rakyatnya dan sangat pintar berniaga sehingga kerajaan Alam menjadi kerajaan yang makmur dan maju. Sedangkan, Sultan Daru sangat kejam kepada rakyatnya dan suka merompak kapal-kapal saudagar yang melintasi perairannya.Sudah lama Sultan Daru iri kepada Sultan Alam dan sudah sering pula dia berusaha menyerang kerajaan Alam. Namun, selalu dihalangi oleh Naga Sabang. Sehingga, keinginannya menguasai kerajaan Alam ...